Las Vegas Sands (NYSE: LVS) kembali menegaskan komitmennya terhadap kawasan Asia dengan memulai pembangunan destinasi resor dan hiburan ultramewah terbaru senilai US$ 8 miliar di Singapura. Seremoni peletakan batu pertama digelar pada Selasa malam dan menjadi momentum penting dalam ekspansi regional perusahaan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong; Menteri Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup merangkap Menteri Hubungan Perdagangan Grace Fu; serta jajaran pimpinan Las Vegas Sands seperti Dr. Miriam Adelson, Chairman & CEO Robert Goldstein, dan President & COO Patrick Dumont.
Robert Goldstein menyampaikan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari visi pendiri Las Vegas Sands, Sheldon G. Adelson, yang berhasil merevolusi industri pariwisata Singapura sejak peluncuran Marina Bay Sands pada 2010. “Kami ingin menghadirkan properti yang menjadi kebanggaan di industri perhotelan, serta membuka babak baru dalam destinasi wisata mewah di Singapura,” ujar Goldstein.
Ikon Baru Destinasi Mewah Asia
Proyek baru ini akan mencakup menara hotel mewah setinggi 55 lantai dengan 570 suite eksklusif, fasilitas rooftop seperti restoran dan area hiburan, butik ritel kelas atas, ruang gaming, spa, pusat kebugaran, serta ballroom dan ruang konferensi seluas 200.000 kaki persegi. Fasilitas utama lainnya adalah arena pertunjukan mutakhir berkapasitas 15.000 tempat duduk yang menghadap langsung ke Teluk Marina.

Dirancang oleh Safdie Architects yang juga merancang Marina Bay Sands, menara hotel ini akan menampilkan dua sayap melengkung dengan kemiringan 45 derajat, menyatu dengan lanskap kota yang hijau. Salah satu fitur paling menonjol adalah Skyloop, area seluas 76.000 kaki persegi di puncak menara yang menghadirkan ruang publik dan privat dengan pemandangan 360 derajat. Skyloop akan dilengkapi cabana privat, kolam renang infinity, taman atap, hingga ruang khusus untuk yoga dan seni.
Terhubung langsung ke stasiun Bayfront MRT dan koridor Marina Bay hingga Gardens by the Bay, proyek ini juga akan memperkuat konektivitas kawasan. Arena hiburan dirancang oleh Populous, biro arsitektur di balik O2 Arena London dan Sphere di Las Vegas, dengan standar akustik dan fleksibilitas pertunjukan kelas dunia.
Perayaan, Kontribusi Budaya, dan Ekspansi Hijau
Lebih dari 220 tamu menghadiri acara peletakan batu pertama, disemarakkan penampilan musisi Singapura Jasmine Sokko dan seniman Kanada Henry Lau. Hidangan spesial dari restoran-restoran unggulan Marina Bay Sands juga disajikan, termasuk dari restoran Kanton Jin Ting Wan yang akan segera dibuka.
Sebagai bentuk perayaan Hari Kemerdekaan Singapura ke-60, Marina Bay Sands mempersembahkan film pendek berjudul Nothing Comes by Chance, disutradarai Kirsten Tan. Film ini menampilkan sosok-sosok inspiratif asal Singapura yang mendunia seperti Tan Kheng Hua, Quah Zheng Wen, Pierre Png, dan Jasmine Sokko, serta menggambarkan semangat kemajuan yang selaras dengan visi Marina Bay Sands.
Proyek ini juga dirancang dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui inisiatif Sands ECO360. Teknologi fasad self-shading, penggunaan bahan ramah lingkungan seperti semen rendah karbon dan baja daur ulang, serta sistem pengelolaan limbah konstruksi menjadi bagian integral dari strategi pembangunan hijau. Setiap suite akan memiliki taman privat, dan area publik akan dihiasi pohon-pohon asli Asia Tenggara.
Dorong Ekonomi dan Masa Depan Sektor Pariwisata
Sejak resmi beroperasi, Marina Bay Sands telah menjadi ikon Singapura dengan kontribusi besar pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Pada 2024, 92 persen anggaran pengadaan Marina Bay Sands dialokasikan untuk perusahaan lokal, dan lebih dari 12.000 tenaga kerja telah diberdayakan. Tahun lalu, resor ini mencatat 2.200 acara dan 1,2 juta wisatawan MICE. Pada Maret lalu, jumlah kunjungan kumulatif mencapai lebih dari 500 juta orang.
Patrick Dumont menambahkan bahwa nilai investasi total Las Vegas Sands di Singapura akan mencapai US$ 15 miliar setelah proyek terbaru ini rampung. “Kami optimis terhadap potensi Singapura sebagai pusat pariwisata dan inovasi global. Lewat proyek ini, kami akan terus meningkatkan standar industri, menghadirkan pengalaman hotel ultramewah yang benar-benar baru, serta memperkuat kontribusi jangka panjang bagi ekonomi Singapura,” ujarnya.
