Bagi generasi milenial, membeli rumah pertama sering kali terdengar seperti impian yang sulit diwujudkan. Harga properti yang terus naik, biaya hidup yang tinggi, hingga gaya hidup urban yang dinamis membuat banyak anak muda merasa langkah menuju rumah pertama penuh tantangan. Tapi, bukan berarti mustahil. Dengan strategi yang tepat, generasi milenial tetap punya peluang besar untuk memiliki hunian impian mereka.
1. Pahami Kebutuhan vs Keinginan
Langkah pertama sebelum membeli rumah adalah mengenali kebutuhan. Apakah kamu butuh rumah untuk tinggal sendiri, bersama pasangan, atau keluarga kecil? Lokasi strategis atau harga terjangkau? Rumah tapak atau apartemen? Bedakan antara kebutuhan dan keinginan agar kamu bisa memilih properti yang benar-benar sesuai kemampuan.
2. Tentukan Anggaran Secara Realistis
Idealnya, cicilan rumah tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Hitung dengan cermat berapa besar DP (uang muka) yang bisa kamu siapkan, lalu sesuaikan dengan harga rumah yang ingin dibeli. Jangan lupa pertimbangkan biaya tambahan seperti pajak, notaris, asuransi, dan biaya perawatan.
3. Manfaatkan Program Subsidi dan KPR Milenial
Pemerintah Indonesia menyediakan sejumlah program bantuan kepemilikan rumah bagi generasi muda, seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan KPR subsidi dengan suku bunga tetap. Beberapa bank juga mulai menawarkan KPR khusus milenial yang fleksibel, tenor panjang, dan bunga kompetitif. Pastikan kamu mengecek syarat dan ketentuannya secara detail.
4. Perbaiki Skor Kredit Sejak Dini
Bank akan melihat riwayat kredit kamu sebelum menyetujui KPR. Pastikan kamu tidak punya tunggakan kartu kredit atau cicilan lain. Gunakan aplikasi finansial untuk memantau skor kredit dan kelola utang dengan baik agar peluang mendapatkan KPR lebih besar.
5. Mulai Investasi dan Menabung Sejak Sekarang
Menabung untuk DP rumah bisa dimulai dari nominal kecil tapi konsisten. Kamu juga bisa mempertimbangkan investasi rendah risiko seperti reksa dana pasar uang atau deposito untuk mempercepat akumulasi dana. Buatlah rekening khusus agar tujuanmu lebih fokus.
6. Jangan Terjebak FOMO Properti
Banyak milenial merasa harus cepat-cepat membeli rumah karena tekanan sosial atau tren teman sebaya. Ingat, keputusan membeli rumah adalah langkah besar dan jangka panjang. Pastikan kamu siap secara finansial dan emosional, bukan karena ikut-ikutan.
7. Survei Lokasi dan Pengembang dengan Teliti
Jangan terburu-buru memilih properti hanya karena promo atau diskon. Selalu lakukan survei lokasi, cek akses ke transportasi umum, fasilitas umum (sekolah, rumah sakit, pasar), serta reputasi pengembang. Lebih baik menunggu sedikit lebih lama daripada menyesal karena tergiur iklan palsu.
Beli rumah pertama bukan sekadar pencapaian finansial, tapi juga bentuk perencanaan hidup jangka panjang. Bagi milenial, kuncinya ada pada persiapan, edukasi, dan pengelolaan keuangan yang cerdas. Jangan menyerah oleh stigma “milenial nggak bisa punya rumah” — kamu bisa, asal tahu caranya.
